UPT Puskesmas Tanjung Palas Utara


Green Weblog Puskesmas "KREASI"
Gerakkan mouse anda dan silahkan nikmati kembali posting blog kami!

Copyright 2011 rustamedia.blogspot.com - All rights reserved

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

poster-STBM-2011 I. PENDAHULUAN

Tujuan kegiatan WSLIC-2 (Water and Sanitation for Low Income Communities) adalah peningkatan derajat kesehatan, kualitas hidup dan produktivitas bagi masyarakat pedesaan berpenghasilan rendah. Tujuan tersebut dapat dicapai apabila kegiatan penyediaan air bersih, sanitasi dan perilaku hygienis dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan. Melalui kegiatan tersebut masyarakat akan memperoleh manfaat mempunyai akses penggunaan air bersih, penggunaan sarana sanitasi dan mempunyai perilaku hygienis.
Untuk meningkatkan kegiatan sanitasi dan perilaku hygienis telah dilaksanakan uji coba dengan mengunakan pendekatan CLTS (Community Led Total Sanitation) yang merupakan paradigma baru dalam peningkatan akses sanitasi dan perilaku hygienis dan ternyata hasilnya lebih baik dibandingkan dengan metoda dana kredit “ Jamban Bergulir “ maupun dengan pemberian “ Subsidi “ untuk sarana fisik sanitasi.

Sistem Surveilans Epidemiologi

50513_155496290310_3048014_n 1.  Pengertian sistem surveilans kesehatan masyarakat
Surveilans kesehatan masyarakat adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data secara sistematik dan terus-menerus serta penyebaran informasi kepada unit  yang membutuhkan untuk dapat diambil tindakan (WHO, 2000).
Sedangkan surveilans epidemiologi adalah kegiatan analisis secara sistematis dan terus-menerus, terhadap penyakit atau masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan  dan penularan penyakit, agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan data, pengolahan dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan.
2.  Tujuan Surveilans
Tujuan surveilans adalah untuk mendapatkan informasi tentang penyakit atau masalah kesehatan lainnya, meliputi frekuensi, distribusi, prevalensi, insidensi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya secara cepat.  Dengan demikian tindakan pencegahan dan penanggulangan secara cepat dan benar dapat dilakukan, agar dapat menjawab pertanyaan siapa, dimana, dan kapan (who, where and when).

Bermimpi Indonesia Sehat dengan Desa Siaga

Oleh: Vera Farah Bararah

desa-siaga Banyak sekali kasus-kasus penyakit di Indonesia yang tidak tertangani karena minimnya tenaga medis yang tersedia hingga di pelosok-pelosok. Bisakah program Desa Siaga menjadi pintu untuk masyarakat Indonesia yang sehat?
Kurang tanggapnya penanganan kesehatan dan minimnya kesadaran masyarakat hidup sehat membuat penyakit-penyakit yang bermula dari urusan kebersihan kadang menjadi wabah. Air dan sanitasi yang kurang bersih memicu terjadinya diare, rumah yang lembab membuat kesehatan pernafasan terganggu. Belum lagi ancaman serangga seperti nyamuk malaria dan DBD yang juga terkait dengan masalah kebersihan.

Konsep Pendampingan Desa Siaga

SURVDESIAGA1. Pengertian Pendampingan

Pendampingan merupakan suatu aktivitas yang dilakukan dan dapat bermakna pembinaan, pengajaran, pengarahan dalam kelompok yang lebih berkonotasi pada menguasai, mengendalikan, dan mengontrol. Kata pendampingan lebih bermakna pada kebersamaan, kesejajaran, samping menyamping, dan karenanya kedudukan antara keduanya (pendamping dan yang didampingi) sederajat, sehingga tidak ada dikotomi antara atasan dan bawahan.  Hal ini membawa implikasi bahwa peran pendamping hanya sebatas pada memberikan alternatif, saran, dan bantuan konsultatif dan tidak pada pengambilan keputusan (BPKB Jawa Timur, 2001:5)

Pendampingan berarti bantuan dari pihak luar, baik perorangan mau kelompok untuk menambahkan kesadaran dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan pemecahan permasalahan
kelompok. Pendampingan diupayakan untuk menumbuhkan keberdayaan dan keswadayaan agar masyarakat yang didampingi dapat hidup secara mandiri.

Jadi pendampingan merupakan kegiatan untuk membantu individu maupun kelompok yang berangkat dari kebutuhan dan kemampuan kelompok yang didampingi  dengan mengembangkan proses interaksi dan komunikasi dari, oleh, dan untuk anggota kelompok serta
mengembangkan kesetiakawanan dan solidaritas kelompok dalam rangka tumbuhnya kesadaran sebagai manusia yang utuh, sehingga dapat berperan dalam kehidupan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

4 Cara Menolong Korban Serangan Jantung

Oleh: Eya Ekasari

Serangan jantung bisa menyerang siapa saja dan dimana saja. Jika Anda mencurigai atau melihat seseorang yang mengalami serangan jantung, tindakan cepat dapat menolong menyelamatkan nyawanya. Simak langkah-langkah pertolongan pertama ini.
Dikutip dari BBC, serangan jantung merupakan kondisi dimana salah satu pembuluh arteri yang membawa darah tersumbat, biasanya hal ini disebabkan oleh gumpalan darah. Risiko utama dari kondisi ini akan membuat jantung berdetak tidak normal dan bahkan berhenti.
American Heart Association (AHA) mencatat lebih dari 1 juta orang mengalami serangan jantung setiap tahun dan setengahnya meninggal karena serangan jantung tersebut. Oleh karena itu, penting bagi semua orang untuk mengetahui bagaimana cara menyelamatkan orang yang terkena serangan jantung, seperti yang dikutip dari Detikhealth.

Facebook Twitter Delicious Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger